Senin, 31 Oktober 2016

Jalan Santai HUT Smada
           
        Smada menggelar jalan santai bersama dalam rangka memperingati HUT Smada yang ke 37. Acara ini diikuti oleh warga Smada dan warga di sekitar Smada, Minggu (16/10/2016).
         
       Acara tersebut dimulai sekitar pukul 07.05 WIB dan diawali dengan upacara pembukaan, Bapak Arief Fauzan, Kepala Sekolah SMAN 2 Magelang. Dalam upacara pembukaan, dilakukan penerbangan balon sebagai tanda dimulainya jalan santai.

     Rute jalan yang dilalui adalah Kampung Sanggrahan, RSU, Kodim, Jl. A. Yani, kemudian Samban. Di tengah perjalanan dibagikan kupon/nomor undian jalan santai yang nantinya akan diundi. Banyak siswa Smada dan warga sekitar yang berpatisipasi meramikan acara tersebut. Acara ini juga dikawal bapak polisi.
        
      Sesampainya di Smada acara pengundian hadiah berlangsung sangat meriah. Hadiah-hadiah yang diberikanpun sangat menarik seperti, sepeda, Magic Kom, kupon makan, dan masih banyak lagi. Ada juga stand-stand makanan yang disuguhkan yaitu Mie Cool, sosis, Pop Mie, Walls dan lain-lain, berderet menghadap ke panggung. Diramaikan juga dengan penampilan-penampilan band kelas.Diadakan juga lomba tumpengan yang diikuti oleh 3 perwakilan setiap kelas.
      Sebelum pulang, diadakan makan tumpengan bersama di setiap kelas. “Acara ulang tahun Smada kali ini lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Luke Kurnia siswa kelas XII IPS 3. Siswa sudah diperbolehkan pulang pada pukul 11.35 WIB.
Pahlawan Keluarga

            Partoyo lahir di Magelang pada tanggal 2 September 1961. Ia terlahir di keluarga yang begitu sederhana. Ia merupakan anak kedua dari enam bersaudara. Orang tuanya bernama Darmo Miharjo dan Suminen yang bekerja sebagai tukang kayu dan penjual gorengan. Sejak kecil beliau tinggal di Karang Kidul. Kemudian menginjak usia 12 tahun ia pindah ke Ngentak Kwayuhan.
            Ia bersekolah di SD Muhammadiah 1. Berangkat dan pulang sekolah ia berjalan kaki walaupun dulu masih jarang sekali yang mengenakan alas kaki. Usia pada masa itu, beliau selalu membantu kedua orang tuanya bekerja dan mengurusi adik-adiknya. Beliau selalu bersemangat bersekolah buktinya pada saat kelulusan SD, beliau bisa membuat harum nama sekolahnya karena beliau terdaftar sebagai siswa SMPN 1 Magelang.
            Seperti biasa beliau selalu belajar dengan sungguh-sungguh karena ingin sekali membanggakan kedua orang tuanya dan keluarganya. Teman-temannya yang berkecukupan dapat membeli buku untuk belajar. Walaupun beliau tidak sanggup untuk membeli buku, beliau mempunyai akal agar tetap bisa belajar dan berdaing dengan teman-temannya. Menginjak kelas 3 SMP beliau semakin serius untuk belajar dan akhirnya beliau bisa terdaftar masuk di SMAN 1 Magelang.
            Di masa SMA, beliau tetap belajar walaupun kedua orang tuanya mati-matian mencari nafkah untuk membiayai adik-adiknya bersekolah dan juga dirinya. Di kampung beliau juga berperan aktif sebagai anggota Karang Taruna. Kakaknya yang pertama sudah lulus sekolah dan sudah bekerja. Saat itu, beliau ingin sekali kuliah tapi tidak bisa terwujud.


            Akhirnya beliau mencari pekerjaan setelah lulus SMA. Beliau dan kakaknya bisa membantu meringankan beban kedua orang tuanya dan adik-adiknya. Setelah lama bekerja beliau terpikat pada seorang gadis yang bernama Dilah Mawarti yang pada sat itu merupakan tetangganya. Akhirnya, beliau menikah pada tahun 1991. Pada tahun 1994 mereka di karuniai anak laki-laki bernama Riswandha Prasdiatmaja yang insyallah lulus kuliah dari Universita Diponegoro pada tahun 2016. Pada tahun 1999 mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang bernama Muthia Rismawati yang insyallah akan lulus sekolah dari SMAN 2 Magelang tahun 2017.